Melawan korupsi dari segala lini

Sejumlah aktivis antikorupsi yang tergabung dalam "Paguyuban Koruptor Indonesia" melakukan aksi di gedung KPK, Jakarta, Minggu (9/7/2017). Dalam aksi tersebut mereka memperagakan parodi menuntut dilanjutkannya angket KPK dan meminta Pansus Angket KPK mengundang tahanan koruptor ke DPR. (ANTARA/M Agung Rajasa)
Umatuna.com - Korupsi yang sudah dianggap sebagai kejahatan luar biasa karena dampak destruktifnya yang masif tampaknya harus dilawan dari segala lini kehidupan, oleh seluruh lapisan masyarakat.

Betapa tidak. Sampai sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak henti-hentinya menangkap tangan para koruptor yang tak merasa ngeri dengan menyaksikan preseden operasi tangkap tangan KPK yang berhasil meringkus para pelaku skandal memalukan itu.

Perlawanan terhadap korupsi dari berbagai elemen masyarakat juga telah dilakukan. Pengusaha garmen, khususnya kaos oblong, menuliskan berbagai kata-kata antikorupsi di produk mereka. Para musisi dilibatkan dalam pemberantasan korupsi lewat kemampuan mereka menciptakan komposisi lagu dengan lirik-lirik antikorupsi.

Bahkan pengusaha kafe-kafe yang menyajikan kopi berbagai jenis pun tak mau ketinggalan. Mereka menyuguhkan kopi kepada pelanggan dengan cangkir yang bertulisan semboyan perang melawan korupsi.

Sejumlah aktivis antikorupsi mendatangi sekolah dan perguruan tinggi untuk mengampanyekan betapa jahatnya dampak yang ditimbulkan oleh korupsi. Semua aktivitas memerangi korupsi itu tak boleh kendur, bahkan harus lebih diintensifkan lagi.

Jika semua aktivitas itu belum memperlihatkan hasil, tampaknya apa yang pernah diwacanakan cendekiawan Nurcholish Madjid (mendiang) tentang perlunya Indonesia meniru Tiongkok dalam menghukum mati koruptor perlu direalisasikan.

Sampai saat ini, hukuman paling berat yang dijatuhkan terhadap koruptor adalah penjara seumur hidup sebagaimana yang dikenakan kepada Akil Mochtar, kader Partai Golkar yang terbukti menerima suap saat menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi.

Yang ironis dalam skandal korupsi adalah bahwa banyak pelakunya adalah mereka yang termasuk aparat penegak hukum.

Presiden Joko Widodo jelas merasa kecewa dengan banyaknya aparat negara yang nekat melakukan korupsi meskipun mereka rata-rata bukan tergolong pegawai yang kekurangan uang.

Skandal terakhir yang berhasil dibongkar KPK adalah dugaan suap yang menyangkut pengerjaan pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang melibatkan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono. Dalam skandal itu, ditemukan uang senilai Rp20,74 miliar yang tersimpan di dalam tas di mes perwira perhubungan laut.

Vonis terhadap koruptor yang relatif ringan di benak publik, yang mestinya berupa hukuman mati, agaknya menjadikan para pejabat kurang merasa ngeri melakukan korupsi.

Bagi rakyat kecil yang menghendaki hukuman seberat-beratnya bagi koruptor, yakni berupa hukuman mati, agaknya belum mendapat lampu hijau dari para elite politik maupun legislator pembuat undang-undang.

Bahkan dalam konstelasi politik belakangan, para elite politik di tingkat tertinggi, yakni para ketua umum partai politik, sebagian besar di antara mereka kurang sreg jika KPK memiliki kewenangan yang super untuk memberantas korupsi.

Bukti atas kurang kuatnya komitmen para bos parpol terhadap penguatan kewenangan KPK adalah sikap sebagian besar di antara mereka yang membiarkan kader-kader politikus mereka di parlemen membentuk pansus angket mengenai kewenangan KPK.

Hanya beberapa penguasa parpol yang sejak awal melarang kader mereka di parlemen masuk dalam keanggotaan pansus angket terhadap KPK itu. Yang merisaukan justru parpol pendukung utama pemerintah, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menjadi kelompok yang paling gigih mendukung pansus angket yang jelas-jelas dimusuhi publik itu.

Yang juga ironis adalah elite parpol yang tidak jelas sikapnya terhadap eksistensi KPK. Ketika mereka baru disebut-sebut sebagai oknum yang menerima dana korupsi yang pelakunya sedang disidangkan, elite parpol tersebut secara tiba-tiba memperlihatkan antipatinya terhadap KPK dengan secara mendadak mendukung pansus angket.

Semua fenomena ini memperlihatkan bahwa di tataran elite politik, berbeda dengan di tataran masyarakat akar rumput atau kelas menengah yang bukan aparat negara, komitmen terhadap perang melawan korupsi belum bisa dibilang total.

Tampaknya sikap elite politik itu diwarnai oleh pertimbangan ke arah mana angin pemberantasan korupsi itu bertiup. Artinya, ketika KPK semakin gencar pengusut korupsi yang diduga melibatkan mereka yang tak lain dan tak bukan adalah pejabat atau aparat negara yang punya afiliasi dengan parpol, elite parpol itu bersikap mendua. Bahkan, dalam konteks pengusutan dugaan megaskandal korupsi KTP elektronik yang melibatkan bos salah satu parpol besar, KPK justru dicoba untuk diperlemah lewat manuver pansus angket.

Dalam menghadapi situasi dilematis seperti itu, jalan terakhir untuk menggelorakan antikorupsi sekaligus menguatkan kewenangan KPK ada di tangan rakyat.

Rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam demokrasi perlu disadarkan dan diingatkan bahwa elite parpol yang getol melemahkan KPK tak layak dipilih dalam pemilu mendatang.

Bila politik uang masih berhasil menutup mata rakyat terhadap integritas moral elite parpol yang berlaga dalam pemilu, selama itu pula perang melawan korupsi belum bisa dilakukan secara fundamental.

Demokrasi yang efektif bukan semata menjadi peranti politik dalam meraih situasi damai di saat terjadi transisi atau suksesi penguasa, tapi juga mengantarkan kesejahteraan rakyat lewat terpilihnya orang-orang bersih dari kejahatan berkorupsi.

Jika pemilih masih membiarkan suara mereka dapat dibeli dengan sejumlah uang di saat menjelang pencoblosan, di saat itulah mereka menggadaikan demokrasi alias suara mereka, yang balasannya akan terjadi di masa ketika politisi korup menjadi wakil pemilih yang tersuap itu.

Dengan demikian perang melawan korupsi dari segala lini harus dibarengi dengan kemitmen pemilih untuk tidak menggadaikan suara mereka dalam pemilihan umum. Sumber: Antara

COMMENTS

[Artikel Menarik Lainnya]$hide=home

|TERBARU$type=blogging$cate=2$count=11$pagination=5$author=hide$comment=hide$label=hide$hide=home

Nama

121,10,1212,12,2017,1,21 februari,20,212,61,212mart,3,313,53,412,2,aa gym,22,Aboe Bakar Alhabsyi,5,aceh,15,acta,12,ade armando,10,adi prayitno,2,adik ipar jokowi,4,afi nihaya,20,Agus Hermanto,1,agus yudhoyono,1,aher,3,ahmad dhani,5,Ahmad Doli Kurnia,19,ahmad ishomuddin,14,ahmad yani,1,ahmadiyah,1,ahok,831,ahoker,141,ahy,1,aidit,1,akbar tanjung,2,aking saputra,1,aksi 112,38,aksi 287,12,aksi bela ulama,15,aksi simpatik 55,120,aktivis 98,2,al quran,10,aleppo,2,alfian tanjung,6,aliansi anak bangsa,1,Allan Nairn,1,am fatwa,2,amerika,11,amien rais,70,amir hamzah,2,amsa,1,anak ahok,1,anak durhaka,1,ancaman pembunuhan,1,andi analta,1,Andre Rosiade,1,aneh,1,anggota dewan,2,angket ahok,3,angola,1,anies baswedan,45,anis baswedan,1,anthony leong,1,anto galon,5,anton charliyan,64,anton galon,3,anton tabah,11,api,5,arab saudi,3,arifin ilham,22,aron ashab,4,artis,1,aseo warkab yusuf,1,ashin wirathu,1,asing,8,athian ali,5,atribut natal,22,australia,2,austria,1,bachtiar nasir,50,baiq nuril maknun,3,bali,1,bambang widodo,1,bandung,5,banjir jakarta,17,banyuwangi,2,bappenas,1,batam,1,bbm,4,bedera tauhid,1,bekasi,2,belgia,1,bella hadid,1,bendera asing,3,bendera cina,5,bendera merah putih,10,bendera rms,1,beras maknyus,6,bima arya,2,blbi,2,bnn,1,bnpb,1,bogor,4,bom panci,1,Boni Hargens,3,bpjs,6,bps,1,bukit duri,1,bumn,19,buni yani,18,buruh,7,buwas,1,buya yahya,2,cabai,6,cabai cina,13,cadar,1,caisar,11,cak imin,1,cak nun,1,cakrawala,103,cakung,1,california,1,ciamis,1,cilacap,1,cina,256,coca cola,1,daeng,2,dahnil anzar simanjutak,5,damai hari lubis,1,dana haji,43,darmansyah,1,darwis,1,ddii,2,debat pilkada jakarta 2017,12,deddy arianto,1,deddy corbuzer,1,deddy mizwar,2,dede yusuf,1,dedi mulyadi,4,demo 161,4,demo buruh,3,demo jokowi mundur,5,demo solidaritas rohingya,6,demo tolak tka cina,1,demokrat,3,denmark,1,denny ja,1,desmond j mahesa,1,didin hafidhuddin,2,didit srigusjaya,1,din syamsudin,38,djan faridz,29,djarot,63,djoko edhi abrurrahman,3,donald trump,24,dpn spri,1,dpr,5,dubes rusia ditembak,2,dwi estiningsih,2,e-ktp,35,eddy prabowo,1,eggi sudjana,5,eko patrio,1,ekonomi,95,elpiji,1,erdogan,25,erick yusuf,2,ermus sihombing,1,ernest,4,facebook,1,facebook jonru,1,fadli zon,108,fahira idris,11,fahmi salim,3,fahri hamzah,59,Faisal Basri,1,faizal assegaf,6,fakta,1,farid wajdi,1,fbi,2,felix siauw,14,Ferdinand Hutahaean,2,fifi,1,filipina,1,fiqih,1,fitra,1,fkub,1,foto,18,foto jokowi-jk,1,fpi,148,fpu,1,freeport,37,fsi,1,fui,9,game,1,garam,2,garut,1,gas,3,gas impor,2,gatot nurmantyo,78,gema pembebasan,1,geprindo,1,gerindra,16,gib,1,gibran,1,gnpf mui,80,golkar,7,gp ansor,24,gpii,1,gresik,1,gula,10,guru,1,gus dur,3,gus nizar,2,gus sholah,3,habib kholil,2,habib novel,20,habib rizieq,288,habibie,4,habiburokhman,1,hadits,1,haji,4,haji lulung,17,ham,1,harga garam naik,36,hari tanoe,1,haris,1,hary tanoe,5,Hasto Kristiyanto,2,hasyim muzadi,5,hendrardi,1,heri prakoso,1,herman khaeron,1,hermansyah,35,hermanto,1,hidayat nur wahid,57,hikmahanto juwana,1,hipmi,1,hmi,4,hoax,2,hong kong,1,hti,64,hungaria,1,icmi,15,ilc,2,imam nahrawi,1,imm,1,impor,1,indef,1,india,4,indonesia,1628,inggris,3,internasional,265,inul daratista,5,ipw,2,irena handono,2,Islamophobia,2,ismail yusanto,2,israel,9,istri ahok,1,italia,2,itb,1,iwan bopeng,8,iwan sumule,1,jaja miharja,2,jakarta,134,jaksa agung,2,jamaah tabligh,1,jambi,2,jawa barat,1,jawara bekasi,3,jawara betawi,4,jaya suprana,1,jazuli juwaini,6,jeje zaenudin,1,jember,1,Jenderal Tyasno,4,jepang,1,jhonny andrean,2,Jimly Asshidqie,3,jj rizal,2,jk,6,jokowi,460,jokowi undercover,2,jps,1,junaedi albaghdadi,1,jusuf hamka,5,kaesang,24,kahmi,4,kalimantan,1,kammi,12,kanada,1,kapolda metro,15,kapolda sumut,2,kapolri,27,karawang,1,karikatur,9,karomah,1,kasmir,1,kasta,1,katar,1,kau adalah aku yang lain,13,keluarga,1,kemenkeu,1,kemenkumham,3,kemnaker,1,kesehatan,5,khalid basalamah,1,khazanah,18,Kiki Syahnakri,7,kisah,5,kivlan zein,1,kmsu,1,knpi sumut,4,kokam,3,kolombia,1,komedi,1,komnas ham,30,kompak,1,kompas,2,komtak,1,komunis,289,koperasi 212,5,korea selatan,2,korupsi,14,kp31,1,kpk,26,kpsi,1,kpu dki,6,kriminalisasi ulama,42,kristenisasi,3,kspi,2,Kwik Kian Gie,1,lampung,3,lbh jakarta,4,lgbt,2,lia eden,1,liberalisme,2,Lieus Sungkharisma,23,lily wahid,1,limbad,2,lindsay lohan,11,lipi,2,listrik,29,lombok,1,london,6,lphb nu,1,lsi,2,lubuklinggau,30,luhut,21,lukman hakim,3,lumajang,1,lutfi fathullah,1,m nasser,1,m prasetyo,1,ma'ruf amin,39,mahasiswa,18,mahasiswa nu,1,mahfud md,10,makar,22,makassar,2,makkah,1,malaysia,4,manado,1,margarito,2,Margarito Kamis,2,marlo sitompul,1,maroko,1,marzuki alie,1,mataram,1,maulid nabi,1,medan,5,media islam,13,megawati,46,meikarta,3,meksiko,1,menag,11,menaker,3,mendagri,39,menhan,4,merdeka,1,metro tv,8,Miftachul Akhyar,1,miras,4,miryam,13,mmi,2,mobil fpi,5,mpr,11,ms kaban,1,mualaf,52,Muchtar Effendi,1,mudzakir,3,Muhammad Al Khathtath,35,muhammad maksum,1,muhammad syafii,11,muhammadiyah,60,muhasabah,1,mui,136,munarman,7,muslim arbi,4,muslim uighur,7,muslimah,1,myanmar,12,naman sanip,2,narkoba,29,nasir djamil,5,Natalius Pigai,2,nathan p suwanto,7,nelayan,11,neno warisman,1,neoliberalisme,2,neta,1,new york,1,noorsy,1,novanto,35,novel baswedan,72,nu,39,nurul fahmi,13,nusron wahid,4,obama,2,oesman sapta,2,olahraga,1,ombudsman,2,opini,1,ormas asing,14,ormas gmbi,36,ornamen alexis,2,pabrik gula,8,pacaran,1,padang,1,pajak,1,pajak petani tebu,10,pajak tanah,2,pakistan,3,palangkaraya,1,palestina,27,pan,2,papua,2,parepare,1,parmusi,8,paspor,1,patrialis akbar,5,paul pogba,3,pbnu,4,pdip,25,pedoman ceramah,1,Pedri Kasman,3,pekerja asing,42,pekerja cina,66,pemblokiran telegram,3,pemuda pancasila,1,pendataan ulama,9,pendeta max,3,pendidikan,28,pengacara ahok,4,pengelolaan pulau,11,penjahat cyber asal cina,23,pepen,1,perampasan tanah,2,permen narkoba,1,perppu ormas,50,persis,1,petani,33,petung cina,1,pilkada dki 2017,136,pkb,5,pki,82,pks,15,pmii,1,pmkri,1,polisi,78,polisi santri,1,politik,1,ponpes habib rizieq,7,ppp,19,prabowo,18,Prabowo Argo Yuwono,1,prancis,1,profil,1,progres 89,3,progres 98,2,pt conch,1,puan maharani,1,puasa arafah,3,puisi,1,purbalingga,2,qatar,3,rachel maryam,1,rachmawati soekarnoputri,9,raja salman,29,ramadhan,23,ratna sarumpet,3,red army,1,reklamasi,82,retail,1,ridwan kamil,6,ridwan saidi,3,risma,1,rizal ramli,17,rob reiner,1,Rocky Gerung,1,rohingya,263,rohis,1,rokok,5,Romli Atmasasmita,1,ruhut sitompul,4,rusia,1,rusun rawa bebek,9,sabu,5,sad,4,said aqil,25,sains,1,Saleh Partaonan Daulay,1,samarinda,1,sambas,1,samyang mengandung babi,8,sandiaga uno,16,santa clara,5,sapma pp,1,saracen,1,sari roti,5,sby,23,sejarah,20,sejarah hari ini,3,selebaran tolak wahabi,5,selebriti,3,sembako murah,14,seri ceramah ramadhan,1,sidang ahok,389,sidang habib rizieq,3,sijunjung,1,singapur,3,siyono,6,skotlandia,1,slovakia,1,sobari,1,sodik mudjahid,7,solo,2,spanyol,3,sri bintang pamungkas,3,sri lanka,6,sri mulyani,10,srilangka,1,starbuck,15,steven hadisurya,5,stnk,16,subang,1,suciwati,2,sukabumi,2,sulawesi,1,sumbar,3,sumber waras,4,sumsel,1,surabaya,5,suriah,4,susi pudjiastuti,2,suu kyi,3,swedia,1,syafii maarif,1,syiah,19,tamasya al maidah,10,tasik,1,Taufik Ismail,11,teknologi,7,tengku zulkarnain,6,tepuk anak soleh,3,teror mobil terbakar,8,teror posko fpi,4,terorisme,7,teungku zulkarnain,2,timnas,1,tiongkok,2,tito karnavian,44,tka,41,tni,27,tommy soeharto,1,Trimoelja D Soerjadi,2,tuban,9,tunisia,1,turki,10,tweet aa gym,14,tweet akmal sjafril,18,tweet fadli zon,1,tweet fahri hamzah,3,tweet felix siauw,11,tweet haji lulung,1,tweet media islam,1,tweet teungku zulkarnain,89,tweet zaitun rasmin,3,twitter fpi,3,uandri susanto,1,uang rupiah baru,3,ui,1,uin,2,umj,1,unik,1,unpam,4,ust. sambo,2,ustadz abu bakar ba'asir,4,utang negara,7,uus,3,vaksin rubela,9,valentine,8,victor,3,video,64,video instagram,2,video kampanye ahok,18,vietnam,4,visa asing,9,watampone,1,wawasan,12,widodo,4,wiranto,7,wiryanto,1,wortel cina,3,yahudi,5,yaman,1,yandri susanto,1,yanuar ilyas,1,Yasonna Laoly,3,yayasan kasih anugerah,5,yenny wahid,2,yesus,1,ykub,1,ykus,8,yosonna,1,yusril mahendra,28,zainal majdi,1,zainul majdi,19,zaitun rasmin,4,zakat,1,zakir naik,37,Zeng Wei Jian,2,zimbabwe,2,zulfan lindan,1,zulkifli hasan,40,
ltr
item
Umatuna.com: Melawan korupsi dari segala lini
Melawan korupsi dari segala lini
https://3.bp.blogspot.com/-417qc61hQqM/WbYcdBt3KeI/AAAAAAAASm8/NFNq_0nnVqEg20YtN0KY8cBDyWnZZ1yoQCLcBGAs/s320/20170709067.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-417qc61hQqM/WbYcdBt3KeI/AAAAAAAASm8/NFNq_0nnVqEg20YtN0KY8cBDyWnZZ1yoQCLcBGAs/s72-c/20170709067.jpg
Umatuna.com
http://www.umatuna.com/2017/09/melawan-korupsi-dari-segala-lini.html
http://www.umatuna.com/
http://www.umatuna.com/
http://www.umatuna.com/2017/09/melawan-korupsi-dari-segala-lini.html
true
3071743323913161432
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy