Kisah Horor Rohingya: Militer Perintahkan Warga Masuk Rumah, lalu Dibom

Nabi Hasan dan Rohima Khatun, dua bersaudara dari etnis Rohingya berpelukan setelah tiba di Bangladesh. Mereka melarikan dari dari kekerasan di Rakhine, Myanmar. Foto/BBC/Varun Nayar
Umatuna.com, SHAMLAPUR - Sejumlah warga etnis Rohingya dengan perahu tiba di kawasan pantai Shamlapur, Bangladesh. Mereka panik dan menangis, kemudian menceritakan kekejaman tentara militer Myanmar dan kelompok nasionalis Buddha di negara bagian Rakhine.

Beberapa orang, termasuk pria, mulai terisak tak terkendali. Tubuh mereka terengah-engah. Mereka seolah tak percaya masih hidup. Beberapa dari mereka disodori handphone oleh penduduk setempat sehingga mereka cerita mereka bisa terekam.

Seorang wanita paruh baya, yang berpakaian hitam, sedang mengamati cakrawala dengan cemas, melindungi matanya. Wanita bernama Rohima Khatun itu sedang menunggu saudaranya. Desa mereka di Distrik Maungdaw, Rakhine, Myanmar telah diserang lebih dari 10 hari yang lalu.

Dengan terburu-buru melarikan diri, mereka berpisah. Dia berhasil menyeberang ke Bangladesh melalui jalur laut. Dia berharap saudaranya, Nabi Hasan, termasuk di antara ratusan orang yang datang melalui laut.

Saat kapal keempat mencapai pantai, dia menjerit dan mulai berlari. Seorang pemuda datang dengan terpincang-pincang di seberang pantai dan keduanya saling berpelukan.

Nabi Hasan dan Rohima Khatun nyaris tak percaya bahwa mereka masih hidup dan dipertemukan lagi.

”Dia ya Allah, dia Allah,” kata gumam Rohima Khatun dengan langkah maju mundur. ”Saya tidak berpikir bahwa saya akan melihat kamu,” balas Nabi Hasan sambil menyeka air mata saudara perempuannya.

”Desa kami diserang oleh militer,” kata mereka. ”Bersama dengan Mogs,” lanjut mereka merujuk pada komunitas nasionalis Buddha yang tinggal di Rakhine.

”Kami adalah satu-satunya di keluarga kami yang memiliki 10 orang selamat,” imbuh mereka.

Dil Bahar, wanita berusia 60-an tahun, terisak tak terkendali. Suaminya, Zakir Mamun, pria lemah dengan jenggot tipis, berdiri di belakangnya.

Seorang anak laki-laki remaja sedang bersama mereka, lengannya terbungkus kain yang dililit tali. Lengan yang terbungkus kain itu merupakan akibat dari tembakan peluru tentara Myanmar.

 Wajahnya berkerut kesakitan. ”Dia cucuku, Mahbub,” kata Dil Bahar. ”Dia ditembak di lengan,” ujarnya.

”Ini pembantaian,” imbuh Zakir Mamun. Desa mereka berada di Buthidaung, sekitar 50km (30 mil) dari perbatasan Bangladesh.

Serangan tersebut, menurut mereka, terjadi tanpa peringatan apapun.

”Mereka datang untuk kita,” kata Zakir. ”Orang-orang diperintahkan masuk ke dalam rumah melalui pengeras suara, oleh militer. Kemudian militer dan massa melemparkan bom ke rumah kami, membakar mereka.”

Ketika penduduk desa yang selamat mencoba pergi, para penyerang melepaskan tembakan. ”Orang-orang jatuh terjerembab, saat mereka terkena,” kata Zakir. ”Kami berlari ke gunung dan bersembunyi,” imbuh dia, yang dilansir BBC, Jumat (8/9/2017).

Zakir Mamun mengatakan tentara Myanmar menyerang desa mereka. Anaknya, ayah Mahbub, terbunuh. ”Sepanjang malam kita bisa mendengar penembakan tersebut, 'roket' meledak,” kata Zakir.

Keesokan paginya, mereka melihat desa mereka berubah jadi reruntuhan bangunan. Asap membumbung dari rumah-rumah yang membara. ”Semuanya hilang,” katanya.

Keluarga tersebut mengumpulkan beberapa peralatan yang tidak rusak dan mengumpulkan beberapa makanan mentah. Mereka berjalan kaki selama 12 hari, melintasi dua gunung dan kemudian melewati hutan.

”Nasi kami habis pada hari kedelapan,” kata Zakir. ”Kami tidak makan apa-apa, kami bertahan di tanaman dan air hujan.”

Kekerasan terbaru di Rakhine dimulai pada 25 Agustus 2017 setelah kelompok gerilyawan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menyerang pos-pos polisi yang menewaskan sekitar 12 petugas. Militer Myanmar kemudian meluncurkan operasi brutal dan mengaku telah membunuh sekitar 370 yang mereka klaim anggota gerilyawan Rohingya.

Namun, laporan kredibel dari para aktivis menyebut sekitar 135 termasuk wanita dan anak-anak di satu desa di Rakhine dibantai.

 Kelompok pengungsi Rohingya yang selamat itu kini dipindahkan ke sebuah kamp pengungsi yang luas di Balukhali. Mahbub telah dibawa ke klinik yang dikelola oleh International Organization of Migration.

”Saya senang berada di Bangladesh,” kata Zakir. "Ini negara Muslim, kami selamat di sini.” Sumber: Sindonews

COMMENTS

[Artikel Menarik Lainnya]$hide=home

|TERBARU$type=blogging$cate=2$count=11$pagination=5$author=hide$comment=hide$label=hide$hide=home

Nama

121,10,1212,12,2017,1,21 februari,20,212,61,212mart,3,313,53,412,2,aa gym,22,Aboe Bakar Alhabsyi,5,aceh,15,acta,12,ade armando,10,adi prayitno,2,adik ipar jokowi,4,afi nihaya,20,Agus Hermanto,1,agus yudhoyono,1,aher,3,ahmad dhani,5,Ahmad Doli Kurnia,19,ahmad ishomuddin,14,ahmad yani,1,ahmadiyah,1,ahok,831,ahoker,141,ahy,1,aidit,1,akbar tanjung,2,aking saputra,1,aksi 112,38,aksi 287,12,aksi bela ulama,15,aksi simpatik 55,120,aktivis 98,2,al quran,10,aleppo,2,alfian tanjung,6,aliansi anak bangsa,1,Allan Nairn,1,am fatwa,2,amerika,11,amien rais,72,amir hamzah,2,amsa,1,anak ahok,1,anak durhaka,1,ancaman pembunuhan,1,andi analta,1,Andre Rosiade,1,aneh,1,anggota dewan,2,angket ahok,3,angola,1,anies baswedan,45,anis baswedan,1,anthony leong,1,anto galon,5,anton charliyan,64,anton galon,3,anton tabah,11,api,5,arab saudi,3,arifin ilham,22,aron ashab,4,artis,1,aseo warkab yusuf,1,ashin wirathu,1,asing,8,athian ali,5,atribut natal,22,australia,2,austria,1,bachtiar nasir,50,baiq nuril maknun,3,bali,1,bambang widodo,1,bandung,5,banjir jakarta,17,banyuwangi,2,bappenas,1,batam,1,bbm,4,bedera tauhid,1,bekasi,2,belgia,1,bella hadid,1,bendera asing,3,bendera cina,5,bendera merah putih,10,bendera rms,1,beras maknyus,6,bima arya,2,blbi,2,bnn,1,bnpb,1,bogor,4,bom panci,1,Boni Hargens,3,bpjs,6,bps,1,bukit duri,1,bumn,19,buni yani,18,buruh,7,buwas,1,buya yahya,2,cabai,6,cabai cina,13,cadar,1,caisar,11,cak imin,1,cak nun,1,cakrawala,103,cakung,1,california,1,ciamis,1,cilacap,1,cina,256,coca cola,1,daeng,2,dahnil anzar simanjutak,5,damai hari lubis,1,dana haji,43,darmansyah,1,darwis,1,ddii,2,debat pilkada jakarta 2017,12,deddy arianto,1,deddy corbuzer,1,deddy mizwar,2,dede yusuf,1,dedi mulyadi,4,demo 161,4,demo buruh,3,demo jokowi mundur,5,demo solidaritas rohingya,6,demo tolak tka cina,1,demokrat,3,denmark,1,denny ja,1,desmond j mahesa,1,didin hafidhuddin,2,didit srigusjaya,1,din syamsudin,38,djan faridz,29,djarot,63,djoko edhi abrurrahman,3,donald trump,24,dpn spri,1,dpr,5,dubes rusia ditembak,2,dwi estiningsih,2,e-ktp,36,eddy prabowo,1,eggi sudjana,5,eko patrio,1,ekonomi,95,elpiji,1,erdogan,25,erick yusuf,2,ermus sihombing,1,ernest,4,facebook,1,facebook jonru,1,fadli zon,108,fahira idris,11,fahmi salim,3,fahri hamzah,59,Faisal Basri,1,faizal assegaf,6,fakta,1,farid wajdi,1,fbi,2,felix siauw,14,Ferdinand Hutahaean,2,fifi,1,filipina,1,fiqih,1,fitra,1,fkub,1,foto,18,foto jokowi-jk,1,fpi,148,fpu,1,freeport,37,fsi,1,fui,9,game,1,garam,2,garut,1,gas,3,gas impor,2,gatot nurmantyo,82,gema pembebasan,1,geprindo,1,gerindra,16,gib,1,gibran,1,gnpf mui,80,golkar,7,gp ansor,24,gpii,1,gresik,1,gula,10,guru,1,gus dur,3,gus nizar,2,gus sholah,3,habib kholil,2,habib novel,20,habib rizieq,288,habibie,4,habiburokhman,1,hadits,1,haji,4,haji lulung,17,ham,1,harga garam naik,36,hari tanoe,1,haris,1,hary tanoe,5,Hasto Kristiyanto,2,hasyim muzadi,5,hendrardi,1,heri prakoso,1,herman khaeron,1,hermansyah,35,hermanto,1,hidayat nur wahid,58,hikmahanto juwana,1,hipmi,1,hmi,4,hoax,2,hong kong,1,hti,64,hungaria,1,icmi,15,ilc,2,imam nahrawi,1,imm,1,impor,1,indef,1,india,4,indonesia,1630,inggris,3,internasional,265,inul daratista,5,ipw,2,irena handono,2,Islamophobia,2,ismail yusanto,2,israel,9,istri ahok,1,italia,2,itb,1,iwan bopeng,8,iwan sumule,1,jaja miharja,2,jakarta,134,jaksa agung,2,jamaah tabligh,1,jambi,2,jawa barat,1,jawara bekasi,3,jawara betawi,4,jaya suprana,1,jazuli juwaini,6,jeje zaenudin,1,jember,1,Jenderal Tyasno,4,jepang,1,jhonny andrean,2,Jimly Asshidqie,3,jj rizal,2,jk,6,jokowi,462,jokowi undercover,2,jps,1,junaedi albaghdadi,1,jusuf hamka,5,kaesang,24,kahmi,4,kalimantan,1,kammi,12,kanada,1,kapolda metro,15,kapolda sumut,2,kapolri,27,karawang,1,karikatur,9,karomah,1,kasmir,1,kasta,1,katar,1,kau adalah aku yang lain,13,keluarga,1,kemenkeu,1,kemenkumham,3,kemnaker,1,kesehatan,5,khalid basalamah,1,khazanah,18,Kiki Syahnakri,7,kisah,5,kivlan zein,1,kmsu,1,knpi sumut,4,kokam,3,kolombia,1,komedi,1,komnas ham,30,kompak,1,kompas,2,komtak,1,komunis,293,koperasi 212,5,korea selatan,2,korupsi,14,kp31,1,kpk,26,kpsi,1,kpu dki,6,kriminalisasi ulama,42,kristenisasi,3,kspi,2,Kwik Kian Gie,1,lampung,3,lbh jakarta,4,lgbt,2,lia eden,1,liberalisme,2,Lieus Sungkharisma,23,lily wahid,1,limbad,2,lindsay lohan,11,lipi,2,listrik,29,lombok,1,london,6,lphb nu,1,lsi,2,lubuklinggau,30,luhut,21,lukman hakim,3,lumajang,1,lutfi fathullah,1,m nasser,1,m prasetyo,1,ma'ruf amin,39,mahasiswa,18,mahasiswa nu,1,mahfud md,10,makar,22,makassar,2,makkah,1,malaysia,4,manado,1,margarito,2,Margarito Kamis,2,marlo sitompul,1,maroko,1,marzuki alie,1,mataram,1,maulid nabi,1,medan,5,media islam,13,megawati,46,meikarta,3,meksiko,1,menag,11,menaker,3,mendagri,39,menhan,4,merdeka,1,metro tv,8,Miftachul Akhyar,1,miras,4,miryam,13,mmi,2,mobil fpi,5,mpr,11,ms kaban,1,mualaf,52,Muchtar Effendi,1,mudzakir,3,Muhammad Al Khathtath,35,muhammad maksum,1,muhammad syafii,11,muhammadiyah,60,muhasabah,1,mui,136,munarman,7,muslim arbi,4,muslim uighur,7,muslimah,1,myanmar,12,naman sanip,2,narkoba,29,nasir djamil,5,Natalius Pigai,2,nathan p suwanto,7,nelayan,11,neno warisman,1,neoliberalisme,2,neta,1,new york,1,noorsy,1,novanto,36,novel baswedan,72,nu,39,nurul fahmi,13,nusron wahid,4,obama,2,oesman sapta,2,olahraga,1,ombudsman,2,opini,1,ormas asing,14,ormas gmbi,36,ornamen alexis,2,pabrik gula,8,pacaran,1,padang,1,pajak,1,pajak petani tebu,10,pajak tanah,2,pakistan,3,palangkaraya,1,palestina,27,pan,2,papua,2,parepare,1,parmusi,8,paspor,1,patrialis akbar,5,paul pogba,3,pbnu,4,pdip,26,pedoman ceramah,1,Pedri Kasman,3,pekerja asing,42,pekerja cina,66,pemblokiran telegram,3,pemuda pancasila,1,pendataan ulama,9,pendeta max,3,pendidikan,28,pengacara ahok,4,pengelolaan pulau,11,penjahat cyber asal cina,23,pepen,1,perampasan tanah,2,permen narkoba,1,perppu ormas,50,persis,1,petani,33,petung cina,1,pilkada dki 2017,136,pkb,5,pki,95,pks,15,pmii,1,pmkri,1,polisi,78,polisi santri,1,politik,1,ponpes habib rizieq,7,ppp,19,prabowo,18,Prabowo Argo Yuwono,1,prancis,1,profil,1,progres 89,3,progres 98,2,pt conch,1,puan maharani,1,puasa arafah,3,puisi,1,purbalingga,2,qatar,3,rachel maryam,1,rachmawati soekarnoputri,9,raja salman,29,ramadhan,23,ratna sarumpet,3,red army,1,reklamasi,82,retail,1,ridwan kamil,6,ridwan saidi,3,risma,1,rizal ramli,17,rob reiner,1,Rocky Gerung,1,rohingya,265,rohis,1,rokok,5,Romli Atmasasmita,1,ruhut sitompul,4,rusia,1,rusun rawa bebek,9,sabu,5,sad,4,said aqil,25,sains,1,Saleh Partaonan Daulay,1,samarinda,1,sambas,1,samyang mengandung babi,8,sandiaga uno,16,santa clara,5,sapma pp,1,saracen,1,sari roti,5,sby,23,sejarah,22,sejarah hari ini,3,selebaran tolak wahabi,5,selebriti,3,sembako murah,14,seri ceramah ramadhan,1,sidang ahok,389,sidang habib rizieq,3,sijunjung,1,singapur,3,siyono,6,skotlandia,1,slovakia,1,sobari,1,sodik mudjahid,7,solo,2,spanyol,3,sri bintang pamungkas,3,sri lanka,6,sri mulyani,10,srilangka,1,starbuck,15,steven hadisurya,5,stnk,16,subang,1,suciwati,2,sukabumi,2,sulawesi,1,sumbar,3,sumber waras,4,sumsel,1,surabaya,5,suriah,4,susi pudjiastuti,2,suu kyi,3,swedia,1,syafii maarif,1,syiah,19,tamasya al maidah,10,tasik,1,Taufik Ismail,11,teknologi,7,tengku zulkarnain,6,tepuk anak soleh,3,teror mobil terbakar,8,teror posko fpi,4,terorisme,7,teungku zulkarnain,2,timnas,1,tiongkok,2,tito karnavian,44,tka,41,tni,27,tommy soeharto,1,Trimoelja D Soerjadi,2,tuban,9,tunisia,1,turki,10,tweet aa gym,14,tweet akmal sjafril,18,tweet fadli zon,1,tweet fahri hamzah,3,tweet felix siauw,11,tweet haji lulung,1,tweet media islam,1,tweet teungku zulkarnain,89,tweet zaitun rasmin,3,twitter fpi,3,uandri susanto,1,uang rupiah baru,3,ui,1,uin,2,umj,1,unik,1,unpam,4,ust. sambo,2,ustadz abu bakar ba'asir,4,utang negara,7,uus,3,vaksin rubela,9,valentine,8,victor,3,video,64,video instagram,2,video kampanye ahok,18,vietnam,4,visa asing,9,watampone,1,wawasan,12,widodo,4,wiranto,7,wiryanto,1,wortel cina,3,yahudi,5,yaman,1,yandri susanto,1,yanuar ilyas,1,Yasonna Laoly,3,yayasan kasih anugerah,5,yenny wahid,2,yesus,1,ykub,1,ykus,8,yosonna,1,yusril mahendra,28,zainal majdi,1,zainul majdi,19,zaitun rasmin,4,zakat,1,zakir naik,37,Zeng Wei Jian,2,zimbabwe,2,zulfan lindan,1,zulkifli hasan,40,
ltr
item
Umatuna.com: Kisah Horor Rohingya: Militer Perintahkan Warga Masuk Rumah, lalu Dibom
Kisah Horor Rohingya: Militer Perintahkan Warga Masuk Rumah, lalu Dibom
https://2.bp.blogspot.com/-3xeBoZRfCL0/WbJdu2i7qVI/AAAAAAAASes/NkwIOuNYOJ0IiaXw4KFJux4e2WtDvSf_QCLcBGAs/s320/kisah-horor-rohingya-militer-perintahkan-warga-masuk-rumah-lalu-dibom-fgS.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-3xeBoZRfCL0/WbJdu2i7qVI/AAAAAAAASes/NkwIOuNYOJ0IiaXw4KFJux4e2WtDvSf_QCLcBGAs/s72-c/kisah-horor-rohingya-militer-perintahkan-warga-masuk-rumah-lalu-dibom-fgS.jpg
Umatuna.com
http://www.umatuna.com/2017/09/kisah-horor-rohingya-militer.html
http://www.umatuna.com/
http://www.umatuna.com/
http://www.umatuna.com/2017/09/kisah-horor-rohingya-militer.html
true
3071743323913161432
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy