Kisah Steven Indra Wibowo yang Masuk Islam karena Penasaran

Umatuna.com, Jakarta - Steven Indra Wibowo (33) mengenang pengalamannya 15 tahun lalu saat memutuskan menjadi mualaf. Alasannya simpel, "Hal yang membuat saya masuk Islam itu iseng".

"Emang iseng. Saya iseng pengin tahu, seperti apa, curiousity," jelas Steven Indra Wibowo saat berbincang dengan detikcom di Blok M Plaza, Jakarta Selatan, yang ditulis Kamis (18/6/2015). 

Saat itu, Steven heran ada satu sistem komando dalam Islam yang bisa menggerakkan serentak umat Islam. Rupanya, hal itu adalah takbir dalam salat.
Foto-Foto Ekslusif Steven Indra Wibowo dari Mualaf Center Indonesia dengan Dr Zakir Naik di Malaysia


"Satu kali takbir, semua takbir. Takbir lagi, rukuk semua, takbir lagi, sujud semua. Itu satu komando yang lintas gender, lintas generasi, lintas sosial, mau tukang sapu atau direktur sama aja, nggak ada yang memisahkan. Itu satu hal yang fantastik. Benar, saya dulu pengin tahu, kenapa bisa kaya gitu," tutur dia.

Di keyakinannya terdahulu, belum ada sistem komando yang bisa menggerakkan 100 persen jemaatnya. "Ada yang nggak bisa ngajak orang sekaligus berdiri semuanya, 100 persen lho ya. Masih ada yang nyantai, leyeh-leyeh, ngobrol malahan," tutur karyawan swasta ini.

Setelah mempelajari lebih dalam, dia mendapati bahwa aturan dalam Islam sangat jelas, mengatur kehidupan manusia hingga sedetail-detailnya, dari A-Z. Bahkan, dia juga mendapati bahwa Islam mengatur kehidupan setelah mati.

"Sama keteraturan dalam hidup, fikih, semua diatur. Mau makan diatur, makan pakai tangan kanan. Ini keteraturan yang dibuat hukum dalam Islam. Masuk WC kaki kiri, keluar WC kaki kanan. Hal simpel ini semua diatur dalam Islam. Islam mengatur seluruh manusia A-Z, sampai sudah mati pun diatur. Kita tahu amalan jariyah, ilmu bermanfaat, doa anak saleh, ini nggak putus-putus (pahalanya) setelah mati," tutur Steven.

Sebelum bersyahadat, Steven yang pernah masuk sekolah agama dalam keyakinannya yang dulu memang sudah menggembleng dirinya, seperti hidup di asrama dengan sederhana dan menjauhkan diri dari semua yang berbau duniawi. Namun setelah penasaran dengan 'sistem komando' gerakan salat dalam Islam hingga mempelajari aturan-aturan hidup di dalamnya, Steven lantas mengucapkan syahadat pada tahun 2000.

"Dulu saya beriman di sana dengan sangat kuat. Pada saat pindah agama, saya nggak menemukan kejelekan di sana. Saya sangat kuat di iman saya yang dulu. So saya tidak menemukan kejelekan satu pun, hanya Islam jauh lebih baik. Itu pilihan saya. Hukumnya jelas, keteraturan, ketertiban di Islam jauh lebih baik dibanding yang dulu. Seperti satu takbir, rukuk semua, satu takbir sujud semua. Itu saja, nggak ada yang lain," tuturnya. Sumber: Detik

0 Response to "Kisah Steven Indra Wibowo yang Masuk Islam karena Penasaran"

Posting Komentar