Ketidakadilan Yang Telanjang

Umatuna.com - Pengantar redaksi; artikel ini ditulis oleh Buniyani. Beberapa hari kedepan dia akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.

Buniyani dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dia disangkakan melanggar UU ITE lantaran telah mem-posting status yang diduga bermuatan SARA melalui Facebook-nya sehingga menimbulkan kebencian.


PENDUKUNG Ahok bekerja keras mencari kesalahan atas posting saya di Facebook terhadap video Gubernur Ahok mengenai Surat Al Maidah 51.

Saya dituduh menghapus video (yang menunjukkan saya pengecut) ternyata tidak terbukti karena video tersebut masih ada di akun Facebook saya yang sudah disita polisi.

Karena tidak terbukti lalu tuduhan beralih menjadi saya telah mengedit video yang juga tidak terbukti karena video yang saya upload persis sama dengan video panjang yang direkam di Pulau Seribu.

Tak kehilangan akal, tuduhan lalu beralih menjadi saya telah memotong video panjang menjadi pendek yang juga tidak terbukti karena saya mendapatkan video tersebut apa adanya dari akun Facebook bernama Media NKRI.

Semua informasi ini sudah saya ungkapkan dalam BAP kepada penyidik di Polda Metro Jaya.

Semua tuduhan tersebut omong kosong, mengada-ada, dan hanya mencari cara untuk menjatuhkan semua orang yang kritis terhadap gubernur junjungan mereka. Tetapi Buni Yani harus salah dan diproses polisi, bagaimana caranya?

Satu-satunya yang tersisa adalah hilangnya kata "pake" dalam caption video yang saya unggah. Mereka memelintir hilangnya kata "pake" ini seraya menuduh saya mempunyai niat jahat untuk menjatuhkan Ahok. Demi Allah, saya tidak sengaja.

Ini murni karena kata tersebut tidak terdengar ketika memutar video tersebut lewat speaker hp. Penelitian fonetik (fonologi) menunjukkan kata "pake" suaranya paling rendah secara grafis fonetik dibanding kata-kata lain yang diucapkan Ahok. Jadi wajar sebagian orang memang tidak bisa mendengar kata tersebut. Ahli bahasa sudah bersaksi bahwa tidak ada unsur pidana dengan hilangnya kata tersebut.

Kalau salah tulis dalam surat-menyurat dan dokumen bisnis serta typo bisa dipidana, alangkah banyaknya orang yang masuk penjara. Hal yang manusiawi ini dianggap sebagai kejahatan. Ini sungguh logika yang sangat sesat!

Mereka sangat ingin mencari kesalahan saya atas unggahan video tersebut setelah menjadi viral. Tapi sesungguhnya yang bikin viral adalah timses Ahok bernama Guntur Romli yang men-screenshot unggahan saya lalu disebarkan dengan tuduhan saya telah memprovokasi massa.

Sesungguhnya Guntur Romli-lah yang harus dibawa ke meja hijau karena lewat tangan dia video yang tadinya ditonton oleh sedikit orang, akan tetapi karena disebarkan olehnya dengan kata-kata yang provokatif, lalu inilah yang menyebabkannya ingin ditonton oleh banyak orang. Oleh Guntur Romli, logika dan fakta dibolak-balik: dia yang berbuat, saya yang dituduh.

Inilah modus operandi buzzer Ahok dan tim komunikasinya untuk membungkam, menjatuhkan, dan melibas siapa saja yang berani kritis terhadap Ahok. Ini sebelumnya yang terjadi pada sejumah orang.

Tetapi setelah video menjadi viral, justru Guntur Romli menuduh saya menjadi penyebar provokasi. Apa yang dikatakan Guntur Romli cuma omong kosong belaka. Saya memposting video tersebut jam 00:28 dini hari Jumat, 7 Oktober 2016, ketika hampir semua orang sedang tidur.

Siapa pula yang masih main Facebook jam sekian? Kalaupun ada, pasti jumlahnya sedikit. Lagi pula, ketika itu saya hanya punya teman sekitar 2600 dan follower sekitar 3000. Dengan jumlah pertemanan yang masih sedikit ini, dan diupload pada waktu dini hari, mustahil postingan saya mengenai video Ahok tersebut bisa menjadi viral. Ada yang like tapi cuma sedikit. Begitu juga yang komentar.

Kurang dari 24 jam setelah Guntur Romli menyebar screenshot dan tuduhannya kepada saya, saya dilaporkan ke polisi oleh tim hukum Ahok bernama Kotak Aja.

Saya tak terima dilaporkan ke polisi dengan tuduhan telah menyebarkan kebencian atas dasar Pasal 28 Ayat 2 UU ITE dan karenanya saya menganggapnya sebagai pencemaran nama baik.

Saya dosen, tak mungkin menyebarkan kebencian. Saya mengajarkan hal-hal baik kepada mahasiswa saya. Oleh karena itu, saya dan tim hukum melaporkan balik pelapor dari Kotak Aja bernama Muannas Alaidid dan penyebar screenshot yaitu Guntur Romli.

Namun apa lacur, justru yang diproses polisi cuma laporan Kotak Aja sehingga menjadikan saya menjadi tersangka dan sebentar lagi menjadi terdakwa. Sampai detik ini, laporan kami atas dugaan pencemaran nama baik oleh Muannas Alaidid dan Guntur Romli tidak diproses polisi dan tidak menjadikan kedua orang ini menjadi tersangka.

Kriminalisasi terhadap saya sangat bernuansa politis. Saya mencium aroma ketidakadilan yang telanjang di sini. Kezaliman harus dilawan![***]
(rmoljakarta)

COMMENTS

Nama

al quran,2,anies baswedan,3,arifin ilham,3,bedera tauhid,1,buya yahya,1,cakrawala,112,hadits,1,haji,1,hasyim muzadi,1,indonesia,6,internasional,1,keluarga,1,khazanah,5,kristenisasi,1,lindsay lohan,3,mualaf,53,sejarah,1,sidang ahok,1,spanyol,1,video,2,wawasan,6,yahudi,1,yayasan kasih anugerah,1,
ltr
item
Umatuna.com: Ketidakadilan Yang Telanjang
Ketidakadilan Yang Telanjang
https://4.bp.blogspot.com/-6bJeLAteXQw/WOhiijjoYBI/AAAAAAAAJdg/LhSp_WyPBsIUdw6LOqROM8l5DhgJf1dUQCLcB/s320/irjen-tito-curhat-ke-ahok-parkiran-polda-metro-berantakan-inBmaS4Ykd.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-6bJeLAteXQw/WOhiijjoYBI/AAAAAAAAJdg/LhSp_WyPBsIUdw6LOqROM8l5DhgJf1dUQCLcB/s72-c/irjen-tito-curhat-ke-ahok-parkiran-polda-metro-berantakan-inBmaS4Ykd.jpg
Umatuna.com
http://www.umatuna.com/2017/04/ketidakadilan-yang-telanjang.html
http://www.umatuna.com/
http://www.umatuna.com/
http://www.umatuna.com/2017/04/ketidakadilan-yang-telanjang.html
true
3071743323913161432
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy