Nguri-nguri Ibu Bumi Dipun Sakiti

Pak Jokowi kang minulya. Dosa napa kang sindang nagri iki? Rakyat ingkang dados kurban peraturan kebijagan. Nguri-uri Ibu Bumi dipun sakiti. Emut lan emuto Bapak, nagri niki nagri rakyat. Lamun tan mbela pertiwi. Napa kedah mbela kapitalis? Napa ta salah kawula? Pengin Ibu Bumi lestari. Pesenipun Bapak Sukarno rumuhun Tresnano Ibu Bumi Tanah Air Kangge Rakyat. (Pak Jokowi yang mulia, dosa apa yang disandang negeri ini? Rakyat yang jadi korban peraturan kebijakan. Menghidupi Ibu Bumi yang disakiti, ingat dan ingatlah Bapak. Negara ini negara rakyat. Bila tak membela pertiwi, kenapa harus membela kapitalis? Apa sesungguhnya salah hamba? Ingin Ibu Bumi lestari. Amanat dari Bapak Sukarno dahulu. Sayangilah Ibu Bumi , Tanah Air untuk rakyat).
Umatuna.com - PADA Rabu 22 Maret 2017, Gunarti dan Gunarso menghadiri pertemuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Mereka berdua hadir mewakili masyarakat petani Kendeng Jawa Tengah.

.Setelah acara resmi berakhir, Gunarti berbincang secara pribadi dengan Jokowi hanya beberapa menit saja. Dalam kesempatan yang singkat itu, Gunarti menyampaikan ke Presiden Jokowi masalah kecemasan masyarakat Kendeng terhadap izin pendirian pabrik semen yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menurut Gunarti, Presiden Jokowi menegaskan bahwa perkara pembangunan pabrik semen itu merupakan hak kewenangan mutlak gubernur. Ada prinsip otonomi daerah yang menghalangi campur tangan Presiden Jokowi ke polemik pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Jateng.

Kini pemerintah pusat yang dipimpin presiden Jokowi akan mengkaji cermat Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang menentukan nasib Kendeng ke depan.

Sebenarnya, Gunarti punya rencana untuk melantunkan tembang Macapat Pangkur di depan Jokowi. Namun karena protokol istana kepresidenan tidak mengijinkan, terpaksa Gunarti menyerahkan secarik kertas berisi tulisan teks Tembang Macapat Pangkur kepada Jokowi sebagai berikut:

Pak Jokowi kang minulya. Dosa napa kang sindang nagri iki? Rakyat ingkang dados kurban peraturan kebijagan. Nguri-uri Ibu Bumi dipun sakiti. Emut lan emuto Bapak, nagri niki nagri rakyat. Lamun tan mbela pertiwi. Napa kedah mbela kapitalis? Napa ta salah kawula? Pengin Ibu Bumi lestari. Pesenipun Bapak Sukarno rumuhun Tresnano Ibu Bumi Tanah Air Kangge Rakyat. (Pak Jokowi yang mulia, dosa apa yang disandang negeri ini? Rakyat yang jadi korban peraturan kebijakan. Menghidupi Ibu Bumi yang disakiti, ingat dan ingatlah Bapak. Negara ini negara rakyat. Bila tak membela pertiwi, kenapa harus membela kapitalis? Apa sesungguhnya salah hamba? Ingin Ibu Bumi lestari. Amanat dari Bapak Sukarno dahulu. Sayangilah Ibu Bumi , Tanah Air untuk rakyat).

Pada kenyataan sebenarnya jelas bahwa saya pribadi bukan termasuk pihak yang dirugikan oleh kebijakan pembangunan pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng nun jauh dari tempat saya bermukim. Bahkan sebagai warga yang beruntung dapat menikmati nikmatnya kenikmatan kemerdekaan bangsa Indonesia, saya pribadi tergolong ke masyarakat yang akan menikmati pembangunan infrastruktur, mall-mall gemerlap, gedung-gedung megah mencakar langit, hotel-hotel hipra mewah yang kesemuanya pasti akan menggunakan semen yang diproduksi oleh pabrik semen.

Sebagai seorang bukan petani, jelas pula bahwa saya pribadi tidak perlu peduli bahwa lahan pertanian di Kendeng akan cepat atau lambat namun pasti akan rusak bahkan musnah akibat kehadiran kegiatan pabrik semen di sekitar kawasan pertanian di pegunungan Kendeng.

Namun mohon dimaafkan bahwa lubuk nurani saya pribadi tersayat rasa pilu yang menyelinap masuk sampai ke dalam hulu sanubari ketika saya menyimak amanat penderitaan rakyat yang tersurat dan tersirat di secarik kertas bertuliskan Tembang Macapat Pangkur yang diserahkan oleh Gunarti kepada Presiden Jokowi yang sangat dicintai, dihormati dan diharapkan oleh masyarakat petani Kendeng beserta segenap rakyat tertindas dan tergusur di persada Nusantara tercinta masa kini. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajar Kemanusiaan
(rmol)

COMMENTS

Nama

al quran,2,anies baswedan,3,arifin ilham,3,bedera tauhid,1,buya yahya,1,cakrawala,112,hadits,1,haji,1,hasyim muzadi,1,indonesia,6,internasional,1,keluarga,1,khazanah,5,kristenisasi,1,lindsay lohan,3,mualaf,53,sejarah,1,sidang ahok,1,spanyol,1,video,2,wawasan,6,yahudi,1,yayasan kasih anugerah,1,
ltr
item
Umatuna.com: Nguri-nguri Ibu Bumi Dipun Sakiti
Nguri-nguri Ibu Bumi Dipun Sakiti
https://1.bp.blogspot.com/-ZazGUgolGgk/WNXkafPCPtI/AAAAAAAAIos/TZlPMTyuS3MgJPs331B_cMlgym5UOxLwwCLcB/s320/160006_07572225032017_Gunarti.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-ZazGUgolGgk/WNXkafPCPtI/AAAAAAAAIos/TZlPMTyuS3MgJPs331B_cMlgym5UOxLwwCLcB/s72-c/160006_07572225032017_Gunarti.jpg
Umatuna.com
http://www.umatuna.com/2017/03/nguri-nguri-ibu-bumi-dipun-sakiti.html
http://www.umatuna.com/
http://www.umatuna.com/
http://www.umatuna.com/2017/03/nguri-nguri-ibu-bumi-dipun-sakiti.html
true
3071743323913161432
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy